Tampilkan postingan dengan label All About Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All About Sport. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2011

Sejarah PBVSI dan Permainan Bola Voli

Cabang olahraga ini sebernarnya sudah dekenal sejak masa kolonial Hindia Belanda, tepatnya tahun 1926. Yang membawa olahraga ini ke Indonesia adalah para guru Pendidikan Jasmani Belanda, yang bertugas di sekolah-sekolah lanjutan HBS dan AMS). Akan tetapi pad waktu itu, permainan bola voli belum tempat di hati masyarakat.

Permainan bola voli, resmi dipertandingkan dalam Pekan Olaraga Nasional ll yang diselenggalarakan di Jakarta pada tahun 1951. Setelah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) lll di Medan pada tahun 1953, paada pertengahan tahun 1954 Pengurus ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia (IPVOS) di dalam rapat pengurus antara lain memutuskan untuk membentuk suatu induk organisasi bola voli di Indonesia. Agar ide tersebut dapat segera terwujud, dikirimkanlah seorang utusan ke Jakarta untuk menemui Pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Atas bantuan dokter Azis Saleh, yang pada waktu itu adalah Ketua Komisi Teknik Komite Olmpiade Indonesia, diadakan suatu pertemuan antara ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia (IPVOS) dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PERVID). Peremuan tersebut diselenggarakan di salah satu ruangan Stadion Ikada. Hadir pula pada waktu itu tokoh-tokoh olahraga yang berdomisili di Jakarta.

Adapun keputusan-keputusan yang dihasilkan pada pertemuan tersebut  antara lain:
  • Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaia (IPVOS) dan (PERVID), menyetujui untuk menjadi perintis (sponsor) bagi pembentukan induk organisasi bola voli di Indonesia.
  • Bapak Wim J. Latumeten, ditunjuk sebagai formatur tunggal dengan tugas membentuk pengurus pertama induk organisasi bola voli tersebut.

Kemudian pada tanggal 22 Januari 1955 , formatur menyelenggarakan suatu rapat pembentukan Induk Organisasi Bola Voli di Stadion Ikada Jakarta. Maka sejak itu, tanggal 22 Januari 1955 secara resmi menjadi hari lahir Persatuan Bola Voli Seluruh indonesia. Yang disingkat “PBVSI” dengan susunan kepengurusan yang pertama sebagai berikut:

1.       Ketua                             : Wim J.Latumeten
2.       Wakil Ketua                    : Erwin Baharuddin
3.       Penulis/ Bendahara         : Soewarno
4.       Komisi Pertandingan       : S. Adiwidjaja
5.       Komisi Teknik/Pemilih      : da Graza
6.     Anggota-anggota         : Alamuddin Nasution, Soemadi, R. Heins, Coenraad, W.        Jacom, Soebroto.

Kesungguhan bekerja dari pengurus BPVSI dapat dibuktikan antara lain dengan terwujudnya Kongres PBVSI yang pertama di Jakarta, diselenggarakan dari tanggal 28 Mei sampai dengan 30 Mei.

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia sebagai induk organisasi bla voli tertinggi di tanah air disahkan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tepatnya bulan maret 1955. Pengesahaanya dari Internasional Volleyball Federation yang berkedudukan di Paris, Perancis telah pula diterima.
(sumber: panduan olahraga bola voli)
READ MORE - Sejarah PBVSI dan Permainan Bola Voli

Latihan Untuk Memperbaiki Postur Tubuh yang Buruk

Tanpa disadari beberapa kebiasaan bisa menyebabkan seseorang potur tubuh yang buruk. Karena itu ketahui cara-cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki postur tubuh yang buruk. Kayak punya badan atletis aja ni penulis hehehe, apa boleh buat saya hanya sekedar men-share aja tips yang saya dapatkan dari berbagai sumber,,,

Sebuah penelitian baru dari Northwestern University’s Kellog School of Management, kebanyakan englishnya ni,,hehe lanjut :-). Menuturkan bahwa orang yang memiliki postur tubuh bagus  akan memungkinkan untuk bisa berpikir dan bertindak secara lebih baik, seperti dikutip dari Fitsugar, selasa (25/03/2011).

Postur tubuh yang buruk biasanya disebabkan oleh cara duduk yang salah, sering membawatas yang berat, tidur dengan bantal tinggi, sering menggunakan sepatu hak tinggiau kelebihan berat badan. Dengan postur tubuh yang buruk akan menimbulkan beberapa efek seperti sakit pinggang, nyeri pada punggung dan juga mudah lelah.

Berikut ini beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk meperbaiki postur tubuh yang buruk seperti membungkuk atau terlalu busung ke depan.

1.       Latihan untuk memperbaiki postur tubuh membungkuk.

Melakukan beberapa latihan peregangan (streching) secara teratur untuk membantu melebarkan bahu sehingga tidak condong ke depan dan meningkatkan fleksibilitas. Latihan berdiri dan duduk dengan posisi tulang belakang lurus serta letak punggung dan bahu yang tegak dengan kedua telapak kaki menempel di lantai. Letakkan buku di bagian atas kepala saat berdiri dan berjalan, lengan rileks di samping tubuh dengan posisi bahu tegak. Jika buku terus jatuh maka anda mungkin perlu membenarkan posisi tubuh. Menjaga tubuh untuk tetap lurus/ tegak sangat penting untuk postur tubuh kita.

2.       Latihan untuk Memperbaiki Postur Tubuh yang Membusung ke Depan.

Satu hal yang pasti adalah mengurangu duduk, cobalah untuk lebih banyak berdiri sehingga tubuh bagian bawah mapu melakukan peregangan otot. Biasakan berdiri setiap duduk selama 15 menit dan melakukan peregangan. Duduklah di kursi dengan lutut membentuk 900 (derajat), serta menjaga punggung tetap lurus. Lakukan latihan dengan posisi tubuh terlentang lalu tekuk kedua lutut hingga ke dada, tahan posisi ini selama 30-60 detik, selanjutnya letakkan kedua lutut dan tangan di lantai seperti posisi push-up, lalu angkat 1 lutut ke atas. Lakukan posisi ini secara bergantian untuk kedua lutut sehingga merasa lebih baik.

Selain itu sebaiknya usahakan untuk tidak menggunaka kasur yanga tidak terlalu lembut, tapi pilihlah kasur yang bisa mendukung posisi tulang belakang. Serta letakkan bantal di bawah kepala dan bukan di bawah bahu.
READ MORE - Latihan Untuk Memperbaiki Postur Tubuh yang Buruk

Kriteria Pelatih Yang Baik

Banyak ahli di bidang pelatihan telah memberikan pandangannya tentang kualifikasi yang harus dipenuhi bilamana seorang pelatih menginginkan dirinya menjadi seorang pelatih yang baik, diantaranya seperti berikut: Rice (1975) menyebutkan bahwa terdapat 4 kulitas yang memberi ciri-ciri pelatih baik yaitu:

  • Kemampuan profesional sebagai guru, baru kamudian menjadi pelatih. Pernyataan ini mengandung pengertian bahwa proses mangajar adalah sangat penting, baik formal (di dalam) ataupun dalam aktivitas olahraga, dan ini tidak berarti bahwa pwlatihan lebih kurang penting dibandingkan dengan pengajaran di sekolah ataupun sebaliknya.
  • Mengetahui cara melatihnaya. Dalam kaitan ini pengalaman sebagai pemain dapat dipergunakan dalam melatih, meskipun tidak selalu dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan pelatihan.
  • Kepribadian yang baik. Pelatih yang baik juga mempunyai kualitas pribadi yang menarik, sehingga atlit yang dilatih atau dalam bimbingannya menjadi loyal serta berusaha untuk melakukan perintahnya, dengan tidak merasa terpaksa.
  • Karakter. Salah satu kualitas dasr yang harus dipenuhi adala masalah karakter. Hal ini sangat penting bagi profesi pelatihan, sebab karakter ini dapat menunjukkan siapa kita?, bagaimana kita?, dan apa yang orang fikirkan tentang kita? Selain itu pelatih berada dalam posisi yang mempunyai pengaruh cukup kuat untuk menanamkan kehidupan yang baik kepada orang lain. Oleh karena itu karakter ini marupakan salah satu tes untuk sesuai tidaknya seseorang memangku jabatan dalam profesi pelatihan.
Dapat dikatakan bahwa pada dasarnya untuk memperoleh keberhasilan dalam kepelatihan dibutuhkan 3 kemampuan utama, yaitu:
Pengetahuan/ilmu diperlukan untuk melakukan pengkajian teoritis mengenai masalah yang berhubungan dengan pelatihan.
Seorang pelatih harus mempunyai keterampilan yang memadai, diantaranya adalah :
  1. Keterampilan teknis.
  2. Keterampilan konseptual
  3. Keterampilan manajerial
  4. Keterampilan antarpersonal
  5. Sikap hidup/ filsafat. Pelatih harus sadar di mana ia berada, sehingga sikap serata perilaku yang dibawakannya tidak tidak berbeda dengan sistem yang dianut atlitnya dan masyarakat sekitarnya.

READ MORE - Kriteria Pelatih Yang Baik

Hakikat Ilmu Keolahragaan

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memainkan peranan yang sangat  penting dalam segala aspek kehidupan manusia, tanpa pendekatan-pendekatan iptek suatu bangsa akan sulit mengembangkan potensi internal yang dimilikinya. Ekpansi iptek ke dalam dunia olahraga, memungkinkan olahraga menjadi suatu produk menarik, yang pada pentahan lebih lanjut akan menempatkan olahraga sebagai tontonan, seni dan sekaligus obsesi manusia.

Mengamati satu gerrakan kompleks dalam olahraga, berarti kita mencoba menelusuri dan memilah-milah gerakan tersebut sebelum menjadi suatu gerakan yang layak di tonton. Kontribusi kongkret iptek dalam dinia olahraga adalah dengan mendorong Lembaga Pendidikan Tinggi Keolahragaan mempalajari dan menganalisis gerak motorik manusia, melalui ilmu-ilmu anantomi, fisiologi, biomekanika, belajar motorik dan neorologi. Bertitik tolak dari inilah Jerman Barat mampu memprediksi remaja Boris Becker dan Stefi Graff menjadi juara dinia.

Dan iptek pulalah yang mapu menjelaskan, mengontrol dan meramalkan pemecahan-pemecahan rekor dunia renang oleh Jenat Evans (perenang AS). Dua contoh di atas merupakan pengewajantahan iptek yang diharapkan secara benar pada olahraga yang sudah dilakukan di negara-negar maju seperrti AS dan Eropa.

Mengenai disiplin ilmu dari Ilmu Keolahragaan ini Henry mengatakan: An academic discipline is an organized body of knowlodge colletively embraced in a formal cours of learning (harsuki, 1988 ; 13). Lebih lanjut dikatakannya bahwa sesungguhya bidang ilmu pengetahuan olahraga inilah yang dipelajari di perguruan tinggi. Ini terdiri dari porsi-porsi tertentu dari disiplin ilmu lainnya seperti anatomi, fisika, fisiologi, antropologi budaya, sejarah, sosiologi dan psikologi. Fokus perhatiannya adalah pada studi tentang manusia sebagai individu, yang ikut dalam penampilan motorik (motor performance) yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pada penampilan motorik lainnya yang menghasilkan nilai yang estetis, menerima tantangan-tantangan dari kemampuannya untuk melawan keadaan lingkungan yang tidak bersahabat, dan ikut sertanya dalam kegiatan pengisian waktu luang yang telah menjadi penting artinya dalam kebudayaan.

Dalam pendekatan cross-discipline dibidang pendidikan olahraga, pelajaran-pelajaran yang ada di dalam pendidikan olahraga itu difokuskan pada berbagai aspek dari disiplin ilmu, seperti : exercise physiology, motor learning, sport physiology, motor development dan lain sebagainya. Untuk mengerti human movement (gerak manusia), maka pendekatan demikian adalah cross discipline.
Ilmu yang menunjang ilmu keolahragaan berdasarkan pendekatan teori yang relevan, menjadi sebuah rumpun atau bidang-bidang yang menurut Haag ada 7 bidang, yaitu:

  • ·         Sport medicine
  • ·         Sport biomechanics
  • ·         Sport psychology
  • ·         Sport pedagogy
  • ·         Sport history
  • ·         Sport sociology
  • ·         Sport philosophy

Pendekatan-pendekatan tersebut di atas, dapat kita adaptasi untuk mengembangkan batang tubuh ilmu keolahragaan di indonesia, meskipun akan kita hadapi kesulitan dalam meletakkan bidang-bidang teori yang relevan. Sebagai contoh, : Exercise Sciences (Ilmu Pengetahuan Latihan) berkembang pesat dewasa ini. Termasuk kedalam kapling manakah ilmu kepelatihan? Apakah dapat diklaim sebagai subdisiplin yang mandiri, seperti halnya perkembangan teori belajar keterampilan motorik, meskipun cikal bakalnya bersumber dari psikologi dan neuro- fisiologi. Keuntungan yang bisa kita raih dari pendekatan tersebut ialah, bahwa kita akan bisa mebagi-bagi wilayah kajian kita dan kemudian pada gilirannya, kegiatan penelitian dan pengembangan sebagai kunci pengembagan batang tubuh keilmuan itu akan mensuplai masing-masing bidang teori yang relevan.

Pelatihan merupakan salah satu kunci tercapainya prestasi individu, oleh karena itu sudah seharusnya pelatihan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Artinya ilmu pelatihan di sini harus dilakukan/ dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach).

Selama latihan seorang atlit mengalami berbagai reaksi di dalam dirinya, hal ini dapat dijelaskan secara ilmiah melalui berbagai disiplin ilmu yang terkait seperti : fisiologi, anatomi, mekanika, psikologi atau disiplin ilmu lainya yang terkait.

Tujuan utama seorang olahraga prestasi adalah berusaha membantumeningkatkan prestasi atlitnya semaksimal mungkin. Untuk itu pelatih perlu senantiasa meningkatkan pengetahuan metodologi melatihnya secara lebih terbuka dalam menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi masa kini. Telah dikemukakan bahwa banyak disiplin ilmu yang telah membawa perubahan yang positif dalam meningkatkan metodologi pelatihan guna tercapainya prestasi atlit yang optimal.

Konsekuensi harus dilakukan sebagi seorang yang professional, seorang pelatih harus menjadi konsumen atau pemakai reset-riset yang dihasilkan ilmuwan olahraraga. Untuk meningkatkan pelatihan, seorang pelatih dituntut secara terus menerus memperbaharui dan memodifikasi praktik pelatihan yang dilakukan, dan ini semua dapat terlaksana bila mana pelatih memeliki pemahaman tentang prinsip-prinsip dari disiplin ilmuyang relevan dangan olahraga, juga pelatih secara teratur berusaha mendapatkan pengetahuan baru dimasukkan dalam ilmu olahraga. Usaha-usaha di atas dilakukan tidak berarti pelatih harus menjadikan dirinya seorang ilmuwan, namun cukup berkualifikasi sebagai professional yang berusaha menjadi konsumen dan mengaplikasi informasi-informas ilmiah.


READ MORE - Hakikat Ilmu Keolahragaan